Pengalaman Perpanjangan SIM Melalui Aplikasi; Birokrasi Sat Set Dan Anti Pungli

Pelajaran penting dari masa pandemi COVID-19 adalah digitalisasi. Ketika aktivitas sosial dibatasi, namun urusan administrasi harus tetap dilayani, masyarakat tetap mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan publik yang memadai. Berbagai aktivitas seperti rapat, kegiatan belajar mengajar, konsultasi kesehatan, bahkan layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital demi menjaga physical distancing sebagai bagian dari protokol kesehatan.

Nah, yang terakhir ini meninggalkan impresi tersendiri bagi saya. Siapa yang tidak kelimpungan saat masa berlaku SIM habis namun tidak bisa mengurus perpanjangan karena kondisi yang serba susah karena pandemi? Suami saya, si Aditya, sudah pasrah kalau harus mengulang pembuatan SIM baru sambil mengenang betapa susahnya dia dulu mendapatkan SIM setelah berkali-kali gugur di rintangan jalur zig-zag 🥲

Suatu hari, Aditya membaca berita tentang layanan SIM digital POLRI yaitu SINAR yang ternyata baru saya ketahui kepanjangan dari SIM Presisi Nasional. Wah, keren juga nih namanya! Oke, tanpa ba-bi-bu dia langsung menginstal aplikasinya dan mengikuti setiap arahannya. Menurut saya yang ikut mendampingi prosesnya dari awal, instruksinya cukup jelas dan tidak ribet, kok.

Pertama-tama, kamu harus instal aplikasi Digital Korlantas POLRI. Kemudian, masukkan nomor ponsel dan e-mail untuk verifikasi identitas. Seperti pada umumnya kamu mendaftar aplikasi online lain, disini kamu pun akan menerima OTP yang dikirim ke nomor ponsel yang telah kamu masukkan. Akun sudah aktif nih! Arahan selanjutnya adalah memasukkan NIK dan nama lengkap sesuai KTP, serta terakhir lakukan face recognition agar akunmu bisa terverifikasi dan tentunya terintegrasi ke layanan-layanan lain kalau kamu membutuhkan. 

Sudah semua? Langsung deh kita ke icon SINAR. Kemudian, pilih opsi perpanjangan SIM dan salah satu kategori SIM yang akan diperpanjang; A atau C. Upload foto KTP, foto SIM, foto tandatangan, pas foto, dan hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi. 

SIM baru atau perpanjangan, sekarang lebih ringkas dengan aplikasi. Sumber: Dok Pribadi.

Di bagian submit foto, menurut saya, rasanya akan lebih praktis kalau tersedia fitur live selfie. Aplikasi bisa langsung memastikan resolusi kamera pengguna memadai, sehingga jumlah aplikasi yang dikembalikan terkait kesalahan pas foto bisa dipangkas. Kalau bisa diwujudkan, maka aplikasi digital ini keren banget!

Masukkan nomor SIM dan dokumen pendukung, seperti foto fisik KTP, foto fisik SIM, dan tanda tangan di atas kertas putih, pas foto dengan berlatar biru tidak menggunakan kacamata dan penutup kepala seperti topi/peci. Eits, jangan lupa! Jangan menggunakan baju berwarna biru dan putih ya! Alasannya karena warna objek dengan background kepolisian RI adalah sama, yaitu biru. Nanti foto kamu kurang ciamik saat dilakukan adjustment.

Langkah selanjutnya adalah pengisian data. Gampang banget lah, seperti saat kita mengisi form-form online itu. Kalau sudah lengkap, kamu harus menuju laman https://erikkes.id/ untuk melakukan tes kesehatan dan laman http://app.eppsi.id/ untuk melakukan pemeriksaan psikologi. Saya kira harus download hasilnya dulu. Lah ternyata kedua hasil tes tersebut sudah otomatis masuk ke aplikasi dan tercentang otomatis. Saya mencoba mengingat-ingat zaman belum ada aplikasi canggih ini, antrian untuk mengurus kedua tes ini panjang sekali. Kini bisa sat set dilakukan dari rumah atau dimanapun kita berada.

Setelah hasil tes kesehatan dan psikologi tercentang, kamu akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu memilih lokasi Satpas sebagai lokasi penerbitan SIM. Kamu dapat memilih Satpas yang mudah dijangkau. Setelah memilih Satpas, lanjutkan ke proses pembayaran. Yeay…SIM baru pun menanti!

SIM digital sudah tersedia. Untuk SIM fisik akan dikirim dari Satpas yang kamu pilih, tentunya ongkos kirim ditanggung sendiri ya. Sumber: Dok Pribadi.

Meski pun menurut saya aplikasi Digital Korlantas POLRI ini perlu dioptimasi di beberapa bagian, tapi keberadaannya sangat membantu meningkatkan profesionalitas POLRI dalam melayani masyarakat. Praktik percaloan pun pasti berkurang drastis karena petugas di lapangan tidak bersentuhan dengan para pemohon. Nah, agar cita-cita transformasi digital ini berkelanjutan, artinya tetap dipakai meski pandemi usai, yang perlu dikencangkan adalah aspek leadership dan perubahan kultur secara menyeluruh. Teknologi saja tentu tidak cukup. 

Masyarakat adalah pusat dari agenda setapak perubahan POLRI, dimana salah satunya adalah melalui jalur digital. Maka, prioritas utama seyogyanya adalah meningkatkan pengalaman masyarakat. Upaya transformasi digital bergantung pada teknologi digital yang mampu mengubah wawasan menjadi produk dan layanan yang berpusat pada masyarakat. Ini membantu organisasi meningkatkan value lebih dalam pelayanan. Tentunya seperti slogan POLRI; prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan.

Oh iya, benefit lain dari adanya aplikasi ini adalah memudahkan kaum-kaum sibuk banting tulang seperti suami saya, yang jelas terbantu sekali lah karena ibaratnya tinggal pencet-pencet aja…eh SIMnya sudah jadi. Hehe.. Nggak perlu panas-panasan apalagi pulang ke kampung halaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published.